header-image-papsi-its
gambar-clientside-scripting-dan-serverside-scripting

- 25 Februari 2019


Hai sobat PAPSI, pernahkah kalian berpikir bagaimana cara membuat website seperti Facebook atau YouTube? Pernahkah kalian berpikir seberapa banyak code yang ditulis sampai menjadikannya sebuah situs yang besar dan digunakan oleh jutaan orang seperti sekarang? Tahukah kalian kalau apa yang berjalan ditampilan kamputer kalian berbeda dengan apa yang sedang berjalan “dibelakangnya”?

Tidak semua code yang ditulis akan ditampilkan dan berjalan di komputer kalian loh, bayangkan kalau sebuah situs seperti YouTube yang punya ribuan atau bahkan ratusan ribu baris semuanya berjalan di komputer kalian, pasti akan makan proses yang sangat lama, itulah kenapa di dalam dunia IT terdapat istilah Client-Side Scripting dan Server-Side Scripting, cara ini memungkinkan program yang berjalan di komputer client hanyalah berupa tampilan data yang sudah di request terlebih dulu dari server penyedia data yang ada.

CLIENT-SIDE SCRIPTING


                Secara umum, suatu client adalah satu aplikasi komputer, seperti web browser yang berjalan pada satu komputer lokal dari pengguna atau workstation, dan terhubung ke suatu server. Client-side programming adalah program komputer pada web yang dijalankan pada sisi client, oleh web browser. Hal ini berlawanan arti dengan Server-side scripting. 

Operasi dapat dilakukan oleh client-side karena operasi tersebut membutuhkan akses ke informasi atau fungsi yang tersedia pada client tetapi tidak pada server, karena pengguna membutuhkan observasi terhadap operasi tersebut atau menyediakan input, atau server kekurangan kekuatan pememrosesan untuk melakukan operasi yang tepat waktu untuk seluruh client yang harus dilayaninya.  

Sebagai tambahan, jika operasi dapat dilakukan oleh client tanpa mengirim data melalui 
jaringan, maka hal itu memakan waktu lebih sedikit, menggunakan lebih kecil bandwidth dan mengurangi resiko keamanan.

Contoh dari client side scripting ini antara lain

           HTML,

            XHTML, 

            CSS, 

            JavaScript, 

            XML, JQUERY   

      

   

    SERVER-SIDE SCRIPTING

      

Terminologi Server-side memiliki arti operasi yang dilakukan oleh server didalam sebuaclient-server relationship. Umumnya, sebuah server adalah program, seperti web server, yang berada pada sebuah  remote server, yang dapat dijangkau oleh komputer lokal milik user. Operasi dilakukan pada sisi Server, karena memerlukan akses atas informasi atau fungsi yang tidak tersedia pada client, atau pada aplikasi yang tidak dapat dilakukan pada Client-side. 

Operasi Server-side juga meliputi proses dan penyimpanan data dari client ke suatu server, yang dapat dilihat oleh sekelompok Client. Server-side Scripting adalah teknologi Web Server dimana request oleh user dipenuhi dengan cara menjalankan script langsung pada web server untuk menghasilkan halaman HTML dinamis. Umunya menyediakan website interaktif pada database dan penyimpanan data lainnya. Keuntungan utama dari Server-side Script adalah kemampuan untuk mengatur response berdasarkan keperluan user, hak akses, atau query ke dalam data store.

Contoh dari server side scripting ialah

                           Active server pages (ASP), 

PHP : Hypertext preprocessor (PHP), 

Java sever pages (JSP).

ColdFusion 

ASP (Active Server Page)

JSP (Java Server Page)

Lasso 

SSI


Referensi:


https://www.facebook.com/notes/deka-wildan/pengertian-client-side-dan-server-side-web-programming/736940926320494/


https://www.it-jurnal.com/perbedaan-client-side-dan-server-side-web-programming/

Share artikel ini ya...